Masyarakat Adat Tau Taa Desa Opo & Aliansi Desa Lingkar Sawit Gelar Aksi Damai, Segel Akses PT. CAS Akibat Serobotan Lahan Tanpa HGU

oleh -102 Dilihat
oleh
banner 468x60

Morowali Utara, LP2KP News – Sekitar 200 massa aksi yang tergabung dari masyarakat adat Tau Taa Desa Opo, Kecamatan Bungku Utara, bersama warga desa tetangga dari Kecamatan Mamo (Momos), menggelar aksi demonstrasi damai di lokasi perkebunan kelapa sawit PT. Cipta Agro Sakti (PT. CAS), Dusun Mokoto, Desa Opo, Senin (31 September 2026).
​Aksi yang berjalan lancar dan aman di bawah pengawalan serta pendampingan lembaga LP2KP ini dipimpin oleh Zanur Hasan selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dan Nasrum Mbou sebagai Juru Kampanye (Jurkam).

​Kehadiran massa aksi dari berbagai desa tetangga merupakan bentuk solidaritas penuh. Apa yang dirasakan oleh masyarakat Desa Opo saat ini dinilai sama persis dengan nasib warga Desa Sea Winanggabino, di mana lahan ulayat mereka habis diserobot oleh pihak perusahaan PT. CAS.

Dalam orasinya, massa aksi menegaskan beberapa tuntutan mendasar, antara lain: ​Legalitas Perusahaan Dipertanyakan: PT. CAS dinilai tidak memiliki legal standing yang jelas, termasuk ketiadaan Hak Guna Usaha (HGU). Hal ini diperkuat oleh ketentuan Putusan MK No. 138/PUU-XIII/2025 yang menegaskan bahwa perkembangan di atas tahun 2015 tidak dikeluarkan izin HGU-nya.

​Mengabaikan Surat Bupati: Perusahaan dianggap membandel karena tetap beroperasi meskipun Bupati Morowali Utara telah mengeluarkan surat resmi Nomor: 100.3/321/HKM/VII/2025 perihal Tindak Lanjut Surat Gubernur tentang Penghentian Aktivitas PT. Cipta Agro Sakti.

​Kasus sengketa dan konflik agraria yang melanda Desa Opo, Ueruru, Boba Kolo, dan desa-desa lainnya saat ini telah resmi ditangani oleh Satgas Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam waktu dekat, pihak Satgas dijadwalkan akan segera turun langsung ke lapangan guna melakukan investigasi menyeluruh.

​Sebagai bentuk protes keras dan menjaga status quo hingga persoalan ini tuntas, massa aksi masyarakat adat Tau Taa menutup rangkaian aksi dengan melakukan penyegelan akses jalan keluar-masuk kendaraan roda empat milik perusahaan.
​Masyarakat menegaskan agar pihak PT. CAS menghentikan seluruh aktivitas operasionalnya di lapangan sampai ada penyelesaian konflik agraria yang konkret dari tim Satgas KPA.(Redaksi LP2KP News)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.