TIDAK MANUSIAWI! Diduga Mengatasnamakan Satgas PT. KLS Bongkar Pondok Masyarakat Eks Trans SPE di Morut‎

oleh -16 Dilihat
oleh
banner 468x60

MOROWALI UTARA -Tindakan yang dinilai tidak manusiawi diduga dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan Satgas PT. KLS terhadap pondok-pondok milik masyarakat eks transmigrasi SPE.
‎
‎Peristiwa tersebut terjadi pada hari ini, Senin 12 Oktober 2026 di area perkebunan kelapa sawit PT. KLS, Kecamatan Bungku Utara, Kabupaten Morowali Utara.
‎
‎Menurut keterangan warga di lapangan, pembongkaran dilakukan secara bertahap dan terkesan intimidatif.
‎
‎”Pertama atapnya terpal yang mereka ambil. Kemudian masyarakat beli atap rumbia dari nipa, kemarin masyarakat baru habis atap. Namun kejadian yang tidak manusiawi hari ini orang perusahaan PT. KLS ngaku satgas bongkar total dan mereka muat semua bahan pondok tersebut,” ujar salah seorang warga eks trans yang menjadi korban.
‎
‎Pondok tersebut diketahui merupakan tempat istirahat, sholat, dan berteduh masyarakat setelah melakukan pengukuran blok lahan garapan mereka.


‎
‎Warga sangat menyayangkan tindakan tersebut, apalagi pondok tersebut berdiri di lahan yang menurut masyarakat masih dalam sengketa.
‎
‎Masyarakat berharap pihak Polsek Bungku Utara segera mengambil langkah-langkah hukum sebelum masyarakat bertindak sendiri* untuk mempertahankan haknya.
‎
‎”Masyarakat sudah tau perkebunan kelapa sawit PT. KLS sama sekali tidak punya legal standing yang jelas di atas lahan ini. Kami minta Askep yang bertanggung jawab penuh atas semua kejadian di perkebunan kelapa sawit yang diduga ilegal tersebut,” tegas warga.
‎
‎Warga juga meminta agar pihak perusahaan mengganti kembali kerugian atas pembongkaran pondok tempat masyarakat istirahat dan sholat tersebut.
‎
‎LP2KP Morowali Utara: Kami Akan Lawan!
‎
‎Menanggapi kejadian tersebut, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemantau Pembangunan dan Kinerja Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (DPD LP2KP Morut) menyatakan sikap keras.
‎
‎Mohammad Yamin Ketua DPD LP2KP-Morut menegaskan akan berada di garis depan membela masyarakat eks trans SPE.
‎
‎”Ini tindakan sangat tidak manusiawi. Masa pondok tempat orang istirahat dan sholat dibongkar dan diangkut semua bahannya? Jika PT. KLS merasa punya legal standing, tunjukkan HGU-nya. Jangan main bongkar pakai preman mengatasnamakan satgas. LP2KP Morowali Utara akan lawan dan akan melaporkan tindakan ini secara resmi ke Polres Morowali Utara dan ke Polda Sulteng,” tegas Ketua LP2KP Morut.
‎
‎LP2KP Morut juga mendesak:
‎
‎1.  Kapolsek Bungku Utara segera turun ke TKP dan mengamankan situasi.
‎2.  Manajemen PT. KLS dan Askep bertanggung jawab dan mengembalikan kerugian material masyarakat.
‎3.  Pemda Morut dan ATR/BPN Morut segera memperjelas status legalitas perkebunan kelapa sawit PT. KLS di wilayah eks trans SPE tersebut.
‎
‎Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT. KLS dan Askep perkebunan belum berhasil dikonfirmasi. (Redaksi LP2KP News)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.