Tekan Angka Stunting, Puskesmas Margamulya Luncurkan Inovasi Digital “KUPAT WARAS”

oleh -115 Dilihat
oleh
banner 468x60

BEKASI, LP2KP News – Masalah stunting atau kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis masih menjadi fokus perhatian serius di dunia kesehatan. Terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak yang lebih pendek dari usianya, tetapi juga mengancam perkembangan kognitif, kesehatan, hingga produktivitas anak di masa depan.

Merespons tantangan tersebut, Puskesmas Margamulya, Kota Bekasi, mengambil langkah progresif melalui penjaringan ide kreatif yang melibatkan kolaborasi lintas sektor antara tenaga kesehatan (nakes), kader posyandu, dan elemen masyarakat. Dari hasil rembuk bersama tersebut, lahir sebuah kebutuhan mendesak akan adanya media edukasi yang praktis, mudah diakses, dan mampu menjangkau para ibu balita secara luas.

Melalui proses rapat pemilihan ide yang matang, disepakati sebuah komitmen untuk meningkatkan sekaligus mengevaluasi pemahaman masyarakat berbasis teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran inovasi aplikasi bernama KUPAT WARAS (Kartu Pintar Cegah Stunting Warga Sehat).

Aplikasi KUPAT WARAS hadir sebagai solusi praktis untuk memutus rantai stunting secara preventif. Di dalam aplikasi ini, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi krusial mengenai stunting, pemantauan status gizi, kebutuhan gizi ibu hamil, panduan bagi calon pengantin (catin), hingga jadwal dan pentingnya imunisasi. Keunggulan utamanya adalah platform ini dapat diakses kapan saja dan di mana saja.

Manfaat dari inovasi digital ini dirasakan langsung oleh dua pilar utama, yaitu:

  • Bagi Masyarakat (Khususnya Ibu Balita): Mempermudah akses informasi kesehatan yang valid tanpa harus selalu datang ke faskes.
  • Bagi Tenaga Kesehatan: Menjadi alat monitoring dan evaluasi yang efektif dalam mengukur sejauh mana pemahaman masyarakat terhadap pencegahan stunting.

Upaya penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Margamulya sebenarnya telah menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data berkala dari tahun 2023 hingga tahun 2025, angka kasus stunting di wilayah Margamulya terus mengalami penurunan yang signifikan. Kehadiran KUPAT WARAS diharapkan mampu menjadi katalisator untuk mempercepat penurunan angka tersebut hingga mencapai target maksimal.

Kepala Puskesmas Margamulya Ade Anggraini,S.SI.,Apt.,M.Farm

Kepala Puskesmas Margamulya Ade Anggraini,S.SI.,Apt.,M.Farm, mengungkapkan harapan besarnya agar inovasi ini tidak hanya mandek sebagai program internal, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh publik secara luas.

“Kami berharap KUPAT WARAS dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga Margamulya pada khususnya, dan seluruh masyarakat Kota Bekasi pada umumnya,” ujar Ade dengan optimis.

Ia juga menambahkan bahwa inovasi digital ini berjalan beriringan dan sejalan dengan instruksi dan arahan dari Pemerintah Kota Bekasi. “Program inovasi ini selaras dengan arahan Wali Kota Bekasi, yaitu mewujudkan New Zero Stunting—tidak boleh ada lagi kasus stunting baru di Kota Bekasi,” tegasnya.

Menutup keterangannya, Ade membakar semangat para nakes dan kader dengan slogan yang kini gencar digalakkan:

“Margamulya Menyala… Kota Bekasi Keren!”

Dengan sinergi teknologi, komitmen kader, dan kesadaran masyarakat melalui KUPAT WARAS, target Kota Bekasi bebas stunting kini bukan lagi sekadar impian, melainkan sebuah kepastian yang sedang diwujudkan. (LP2KP News/Red)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.