SDN Kranji XIII Tuan Rumah Festival Tunas Bahasa Ibu 2026: Ngamumule Basa, Ngariksa Budaya, Ngawangun Generasi Bangsa

oleh -24 Dilihat
oleh
0-3072x1728-0-0-{}-0-0#
banner 468x60

Bekasi Barat, LP2KP News – Semangat pelestarian bahasa dan budaya daerah bergema di Bekasi Barat melalui Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Sekolah Dasar se-Kecamatan Bekasi Barat. Mengusung tema “Ngamumule Basa, Ngariksa Budaya, Ngawangun Generasi Bangsa”, kegiatan ini digelar di SDN Kranji XIII, Kelurahan Kranji, yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan tahun ini (selasa 01/09/2026).

Festival yang merupakan bagian dari program Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ini diikuti oleh perwakilan siswa dari setiap sekolah dasar di wilayah Bekasi Barat. Para peserta menampilkan kemampuan berbahasa Sunda, seni tradisional, dan karya budaya yang mencerminkan kecintaan terhadap bahasa ibu sebagai identitas bangsa.

Acara berlangsung meriah dengan dukungan penuh dari seluruh kepala sekolah dasar se-Kecamatan Bekasi Barat. Puncak kegiatan ditandai dengan penyerahan piala bergilir Festival Tunas Bahasa Ibu, yang tahun ini diraih oleh SDN Kota Baru 2. Sekolah yang dipimpin oleh Kepala Sekolah Karyana tersebut berhasil menjadi juara umum dengan perolehan piala terbanyak.

Turut hadir Ketua K3S Kecamatan Bekasi Barat, Pak Triyono, yang juga Kepala Sekolah SDN Jakasampurna 3. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang lomba, melainkan wadah pembinaan karakter dan pelestarian budaya bagi generasi muda.“Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu, kita tidak hanya mengajarkan bahasa Sunda, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa kepada anak-anak kita. Inilah cara kita membangun generasi yang berakar pada budaya, namun tetap siap menghadapi masa depan,” ujar Triyono.

0-3072×1728-0-0-{}-0-0#

Karyana Kepala SDN Kota Baru 2, menyampaikan rasa bangga atas pencapaian siswanya yang berhasil meraih juara umum dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan semangat para siswa yang telah berlatih dengan penuh dedikasi. “Kami bersyukur atas kerja keras anak-anak yang telah berlatih dengan penuh semangat. Kemenangan ini bukan hanya soal piala, tetapi bukti bahwa bahasa dan budaya Sunda tetap hidup di hati generasi muda,” ujarnya penuh haru. Menurut Karyana, kemenangan ini menjadi motivasi bagi seluruh sekolah untuk terus menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibu sebagai bagian dari identitas bangsa, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda mampu menjaga dan melestarikan budaya daerah dengan penuh kebanggaan.

Kepala Sekolah SDN Kranji XIII, Pak Misan, selaku tuan rumah penyelenggaraan Festival Tunas Bahasa Ibu 2026, menekankan pentingnya kebersamaan dalam kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa festival bukan hanya ajang kompetisi, melainkan wadah silaturahmi antar sekolah dasar di Bekasi Barat. “Festival ini menjadi ruang silaturahmi antar sekolah, sekaligus menguatkan komitmen kita dalam menjaga bahasa ibu. Kami bangga bisa menjadi tuan rumah yang menyatukan semangat seluruh siswa Bekasi Barat,” ujarnya penuh rasa syukur. Menurutnya, kehadiran seluruh perwakilan sekolah dan antusiasme siswa menunjukkan bahwa bahasa Sunda tetap menjadi bagian penting dari jati diri generasi muda, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam melestarikan budaya daerah.

0-3072×1728-0-0-{}-0-0#

Kepala Sekolah SDN Kranji 6, Ibu Maisaroh, juga menyampaikan rasa bangga atas partisipasi siswanya dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar lomba, melainkan wadah pembentukan karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah. “Saya sangat bangga melihat antusiasme siswa-siswi kami. Mereka tampil penuh percaya diri, menunjukkan bahwa bahasa Sunda bukan hanya pelajaran di kelas, tetapi bagian dari jati diri yang harus terus dijaga. Festival ini memberi ruang bagi anak-anak untuk mencintai budaya mereka sendiri,” ujarnya penuh haru. Menurutnya, keikutsertaan siswa dalam festival ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki semangat kuat untuk melestarikan bahasa dan budaya Sunda, sekaligus memperkuat identitas bangsa di tengah arus modernisasi.

Kebahagiaan tampak jelas dari wajah para siswa perwakilan SD masing-masing yang dengan penuh suka cita mengikuti lomba. Lebih-lebih ketika pengumuman pemenang dibacakan, suasana menjadi riuh penuh sorak sorai. Teriakan kegembiraan dan tepuk tangan meriah menyambut kemenangan sekolah mereka.

Kebahagiaan tampak jelas dari wajah para siswa perwakilan sekolah dasar yang mengikuti Festival Tunas Bahasa Ibu 2026. Salah satu siswa dari SDN Kota Baru 2 berkata dengan penuh semangat bahwa meski latihan terasa melelahkan, semua usaha terbayar saat nama sekolah mereka disebut sebagai juara umum. “Saya senang sekali bisa ikut lomba ini. Latihan memang capek, tapi saat nama sekolah kami disebut juara umum, rasanya semua usaha terbayar,” ujarnya penuh kegembiraan.

Sementara itu, seorang peserta dari SDN Jakasampurna 3 menambahkan bahwa pengalaman mengikuti festival bukan hanya sekadar lomba, melainkan kesempatan untuk memahami keindahan bahasa Sunda dan pentingnya menjaga warisan budaya. “Bukan hanya lomba, kami juga belajar bagaimana bahasa Sunda itu indah dan penting untuk dijaga. Saya bangga bisa tampil di depan teman-teman,” tuturnya dengan bangga.

Tak ketinggalan, siswa dari SDN Kranji 6 turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya. Mereka merasa festival ini seperti perayaan budaya sendiri, di mana dukungan teman-teman membuat semangat tampil semakin besar. “Kami senang sekali bisa ikut festival ini. Rasanya seperti merayakan budaya sendiri. Apalagi ketika tampil, semua teman mendukung, jadi tambah semangat,” ungkapnya penuh sukacita.

0-3072×1728-0-0-{}-0-0#

Sorak sorai, tepuk tangan meriah, dan senyum bahagia para siswa menjadi bukti nyata bahwa Festival Tunas Bahasa Ibu bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan perayaan kebersamaan, identitas, dan semangat budaya yang hidup di hati generasi muda.

Dengan semangat kebersamaan, Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen seluruh sekolah dasar di Bekasi Barat dalam menjaga bahasa dan budaya sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang. Lebih dari sekadar kompetisi, festival ini adalah perayaan identitas, kebanggaan, dan harapan untuk masa depan bangsa. (SR)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.