Peringati Nuzulul Qur’an, Dorong Kebangkitan Umat melalui Al-Qur’an

oleh -85 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kota raja, Jayapura – Panitia Amal Ramadhan 1447 H/2026 M Masjid Fajrul Islam Kotaraja menggelar peringatan malam Nuzulul Qur’an dengan mengusung tema “Al-Qur’an dan Kebangkitan Umat: dari Spirit Ramadhan Menuju Kemuliaan.”

Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Fajrul Islam Kotaraja pada Jumat (6/3/2026) dan dihadiri oleh jamaah serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam ceramahnya, Letda Inf. Ustadz H. Heri Purnomo, S.Ag mengajak umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an merupakan kunci untuk meraih kemuliaan, baik di dunia maupun di akhirat.

“Kita harus senantiasa mencintai Al-Qur’an agar hidup kita menjadi orang-orang yang mulia, mulia di dunia dan juga mulia di akhirat. Mustahil orang yang tidak mencintai Al-Qur’an hidupnya akan menjadi mulia,” ujar Ustadz Heri Purnomo dalam ceramahnya.

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan sumber ilmu sekaligus petunjuk hidup bagi umat manusia. Karena itu, umat Islam tidak hanya dianjurkan untuk membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Imam kita adalah Al-Qur’an. Semua ilmu ada di dalam Al-Qur’an. Jika kita pelajari dengan sungguh-sungguh, kita kaji, kita renungi, dan kita ulang-ulang, maka Al-Qur’an akan menjadi petunjuk dalam kehidupan kita,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, membaca Al-Qur’an secara rutin merupakan bentuk kedekatan seorang muslim dengan kitab sucinya.

“Jadikan Al-Qur’an sebagai napas kehidupan kita. Setiap hari minimal satu juz kita baca agar Al-Qur’an bisa kita cintai dan kita amalkan,” tambahnya.

Ustadz Heri juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an kelak akan menjadi saksi sekaligus pemberi syafaat bagi orang-orang yang membacanya dengan penuh keikhlasan serta mengamalkan ajarannya.

“Kelak Al-Qur’an akan memohon kepada Allah dengan mengatakan bahwa seseorang adalah sahabatnya, karena ketika sepi ia membacanya dan ketika ramai ia tetap membacanya serta mengamalkan kandungannya,” jelasnya.

Ia menutup ceramahnya dengan mengingatkan bahwa kehidupan Rasulullah SAW merupakan gambaran nyata dari pengamalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Rasulullah adalah Al-Qur’an yang berjalan. Jika kita mencontoh kehidupan Rasulullah, insya Allah kita akan menjadi orang-orang yang mulia,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Fajrul Islam Kotaraja yang diwakili Koordinator Bidang Imarah, Ustadz Dadi Waluyo, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada penceramah serta seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, peringatan Nuzulul Qur’an merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keislaman serta meningkatkan kecintaan umat terhadap Al-Qur’an, khususnya di bulan suci Ramadhan.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada penceramah serta seluruh jamaah Masjid Fajrul Islam yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti peringatan Nuzulul Qur’an ini. Semoga kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kita kepada Al-Qur’an serta menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi juga harus menjadi sarana untuk mengingatkan umat Islam akan pentingnya membaca, memahami, serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan.

“Melalui momentum Nuzulul Qur’an ini, kita berharap seluruh jamaah semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya membacanya, tetapi juga memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Ustadz Waluyo juga berharap kegiatan keagamaan seperti peringatan Nuzulul Qur’an dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan umat serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Menurutnya, semangat Ramadhan harus mampu melahirkan perubahan positif bagi umat dalam membangun kehidupan yang lebih baik, baik secara spiritual maupun sosial.

Sementara itu, Ketua Panitia Amal Ramadhan 1447 H Masjid Fajrul Islam Kotaraja, Asrul A. Difinubun, S.Sos.I, menekankan pentingnya peringatan malam Nuzulul Qur’an sebagai momentum untuk memperkuat semangat perubahan bagi umat Islam agar semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Dalam sambutannya, Asrul menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus mempelajari serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Esensi dari peringatan Nuzulul Qur’an ini adalah menjadikannya sebagai spirit perubahan bagi kita semua untuk terus mempelajari dan mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan Amal Ramadhan di Masjid Fajrul Islam Kotaraja.

“Atas nama seluruh panitia Amal Ramadhan 1447 Hijriah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah yang telah membantu, baik secara materil maupun nonmateril, sehingga berbagai program kerja panitia sejak awal Ramadhan hingga peringatan Nuzulul Qur’an pada malam ini dapat terlaksana dengan baik,” katanya.

Di akhir sambutannya, Asrul juga menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat pelayanan panitia yang kurang berkenan.

“Kami juga memohon maaf kepada seluruh jamaah apabila dalam pelayanan panitia sejak awal Ramadhan hingga saat ini masih terdapat kekurangan,” tutupnya. (Asrul)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.