Penamatan Angkatan IX TK Cintaku Lulu, Yayasan Gema Valentine Papua Tekankan Pendidikan Berkarakter

oleh -23 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jayapura, LP2KP NEWS – Yayasan Gema Valentine Papua menggelar penamatan dan pentas seni peserta didik Taman Kanak-Kanak (TK) Cintaku Lulu Koya Tengah Angkatan IX Tahun Ajaran 2025/2026 di halaman sekolah TK Cintaku Lulu Koya Tengah, Rabu (10/6/2026). Kegiatan tersebut mengusung semangat pendidikan yang universal bagi seluruh agama serta pendidikan yang berkarakter.

Ketua Yayasan Gema Valentine Papua yang juga Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Jayapura, Nerlince Wamuar Rollo, SE., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya penamatan dan pentas seni peserta didik TK Cintaku Lulu Koya Tengah Angkatan IX Tahun Ajaran 2025/2026.

Menurutnya, penamatan tersebut menjadi momen yang membahagiakan bagi orang tua, guru, dan peserta didik karena menandai keberhasilan anak-anak menyelesaikan pendidikan pada jenjang PAUD.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang tua, guru, dan tamu undangan yang telah hadir. Hari ini adalah hari yang membahagiakan karena anak-anak kita telah berhasil menyelesaikan pendidikan pada jenjang PAUD. Tentu ada senyum, kebanggaan, dan rasa syukur yang memenuhi hati kita semua,” ujarnya.

Nerlince menjelaskan bahwa Yayasan Gema Valentine Papua merupakan bagian dari yayasan nasional yang terbuka bagi seluruh kalangan tanpa memandang latar belakang agama maupun golongan.

“Yayasan ini tidak berafiliasi dengan agama tertentu, melainkan menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, persatuan, dan keberagaman. Karena itu, berbagai ungkapan maupun doa yang digunakan dalam kegiatan yayasan mencerminkan keberagaman sebagai bagian dari identitas nasional kita,” katanya.

Ia mengungkapkan, Yayasan Gema Valentine Papua yang berdiri sejak 14 Juli 2006 akan memasuki usia ke-20 tahun pada Juli mendatang. Selama hampir dua dekade, yayasan tersebut telah mengelola berbagai satuan pendidikan mulai dari PAUD, TK, Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Lebih lanjut, Nerlince menyampaikan bahwa SMA Unggulan Taruna Cenderawasih kini memasuki tahun kedua penyelenggaraan pendidikan. Pada tahun ajaran baru mendatang, para siswa akan mulai menempati asrama dan gedung sekolah baru yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

Menurutnya, pengembangan sekolah taruna dilakukan melalui kerja sama dengan Komando Daerah Militer (Kodam) dan pemerintah daerah karena sekolah tersebut menerapkan kurikulum khusus yang memadukan pendidikan umum dengan pembinaan kedisiplinan dan karakter semi-militer.

Ia menegaskan bahwa pendidikan usia dini memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

“Masa prasekolah merupakan fondasi utama bagi perkembangan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan belajar anak. Karena itu, kami mengajak seluruh orang tua untuk tidak menunda pendidikan anak pada usia dini,” tegasnya.

Menurut Nerlince, tujuan utama pendidikan di PAUD dan TK bukan sekadar mengajarkan materi akademik, melainkan membantu anak mengenal lingkungan belajar, membangun kepercayaan diri, bersosialisasi, serta mengenal dasar-dasar membaca, menulis, dan berhitung dengan cara yang menyenangkan.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan sejak usia dini.

“Masih ada anak-anak usia sekolah yang belum memperoleh akses pendidikan secara optimal. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama, terutama para orang tua, untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan belajar sejak usia dini,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Nerlince memberikan apresiasi kepada para guru dan orang tua atas dedikasi mereka dalam mendukung pendidikan anak-anak.

“Keberhasilan anak-anak dalam penamatan hari ini bukan hanya hasil kerja keras mereka sendiri, tetapi juga buah dari kasih sayang orang tua, dedikasi para guru, dan dukungan semua pihak yang terlibat dalam proses pendidikan mereka,” ujarnya.

Ia berharap para lulusan PAUD dan TK dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya dengan semangat belajar yang tinggi dan karakter yang baik.

Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Dr. Eni Kusrini, S.Pd., M.Pd., mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pendampingan terhadap anak-anak, terutama dalam penggunaan gawai dan permainan daring yang berpotensi memberikan dampak negatif bagi perkembangan mereka.

Menurutnya, orang tua tidak boleh melakukan pembiaran terhadap penggunaan gadget, khususnya permainan Roblox yang saat ini menjadi perhatian berbagai pihak.

“Kami mengingatkan kepada seluruh ayah dan bunda agar tidak melakukan pembiaran terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak, khususnya permainan Roblox. Pengawasan orang tua sangat diperlukan agar anak-anak tidak terpapar hal-hal yang dapat memengaruhi tumbuh kembang mereka,” ujar Eni Kusrini.

Ia menegaskan bahwa perjalanan pendidikan anak masih sangat panjang sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan yang berkelanjutan dari keluarga.

Selain itu, Eni Kusrini memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan seluruh dewan guru TK Cintaku Lulu atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membentuk karakter peserta didik.

Menurutnya, kualitas pendidikan di TK Cintaku Lulu terlihat dari penampilan para siswa yang menunjukkan keberanian, kreativitas, dan penghayatan yang baik saat tampil dalam acara penamatan.

Di bidang sarana dan prasarana, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan terus berupaya meningkatkan fasilitas pendidikan secara bertahap melalui program revitalisasi yang telah diusulkan berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kami terus berupaya meningkatkan fasilitas sekolah sesuai tahapan program yang ada. Berbagai usulan telah diajukan melalui Dapodik dan akan diproses secara bertahap agar seluruh sekolah dapat memperoleh perhatian yang sama,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis agar anak-anak dapat tumbuh dengan bahagia dan sehat secara mental. Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas dengan pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Mengakhiri sambutannya, Eni Kusrini kembali mengingatkan para orang tua untuk membatasi penggunaan gawai dan memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan yang cukup dalam aktivitas sehari-hari.

“Penggunaan gadget harus dibatasi dan diawasi. Anak-anak boleh bermain, tetapi dalam batas yang wajar, misalnya sekitar satu jam dalam sehari. Yang terpenting, ayah dan bunda harus mengetahui apa yang dimainkan dan diakses oleh anak-anak agar mereka tetap tumbuh dan berkembang secara sehat,” pungkasnya.

Senada dengan itu, Kepala TK Cintaku Lulu Koya Tengah sekaligus Ketua Pokja Bunda Paud Kota Jayapura Irawati, S.Pd., M.I.Kom., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan penamatan peserta didik Tahun Ajaran 2025/2026.

Ia mengungkapkan bahwa seluruh panitia, tenaga pendidik, staf sekolah, hingga warga sekolah lainnya mampu mempersiapkan kegiatan dalam waktu lima hari berkat kekompakan dan komunikasi yang baik.

Irawati juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua Yayasan Gema Valentine Papua serta pemerintah kampung yang telah membantu pembangunan pagar sekolah sehingga keamanan dan kenyamanan peserta didik semakin terjamin.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat Kota Jayapura untuk tidak ragu mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah PAUD,TK karena pendidikan usia dini merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak di masa depan.

Menurutnya, faktor ekonomi tidak boleh menjadi alasan anak kehilangan hak memperoleh pendidikan. Sejak berdiri pada tahun 2017, TK Cintaku Lulu telah menerapkan sistem subsidi silang guna membantu keluarga kurang mampu.

“Sejak awal berdiri pada tahun 2017, kami telah menerapkan program subsidi silang. Orang tua yang memiliki kemampuan ekonomi lebih turut membantu meringankan biaya pendidikan bagi keluarga yang kurang mampu. Karena itu, kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa jangan sampai ada anak yang putus sekolah hanya karena masalah biaya,” tegasnya.

Irawati memastikan bahwa pihak sekolah terbuka bagi seluruh anak yang ingin memperoleh pendidikan.

“Siapa pun yang ingin bersekolah di TK Cintaku Lulu dipersilakan datang. Jika terdapat kendala biaya, silakan berkonsultasi dengan pihak sekolah. Kami bersama para guru dan staf akan berupaya memberikan solusi terbaik agar setiap anak tetap mendapatkan haknya untuk belajar dan berkembang,” tuturnya.(Asrul)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.