Kloter UPG-29 Tiba di Debarkasi Makassar, Kakanwil: Jaga Kemabruran dan Doakan Rekan yang Wafat dan Sakit

oleh -78 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kemenhaj Papua, Makassar — Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag., M.M, secara resmi menerima pemulangan Jemaah Haji Kloter UPG-29 asal Provinsi se-Papua, pada Selasa (23/06/2026) dini hari di Aula Penerimaan Jemaah Haji, Asrama Haji Embarkasi-Debarkasi Sudiang, Makassar.

Momentum tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual para jemaah di Tanah Suci, tetapi juga menjadi ajang refleksi untuk menjaga kemabruran haji sekaligus mendoakan satu jemaah wafat dan satu jemaah lainnya yang masih menjalani perawatan di Madinah.

Prosesi penerimaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi-Debarkasi Makassar serta para Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten/Kota se-Papua.

Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah yang telah berhasil menunaikan ibadah haji sebagai penyempurna rukun Islam. Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di tengah berbagai tantangan merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji yang telah menyelesaikan ibadah haji dengan baik. Meski ada berbagai tantangan selama beribadah, Alhamdulillah seluruh proses dapat dilalui dan para jemaah dapat kembali ke tanah air,” ujar Musa Narwawan.

Pada kesempatan tersebut, Kakanwil juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya satu jemaah haji asal Kabupaten Mimika, Rasia Jabara Banto (65 tahun), yang meninggal dunia pada 5 Juni 2026 saat masih berada di Makkah. Selain itu, ia menginformasikan bahwa satu jemaah lainnya hingga kini masih menjalani perawatan di King Salman Hospital, Madinah.

Mengajak seluruh jemaah dan tamu yang hadir untuk bersama-sama mendoakan almarhumah, Kakanwil memimpin pembacaan Surah Al-Fatihah seraya memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Ia juga mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan kesembuhan jemaah yang masih dirawat agar segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Lebih lanjut, Musa Narwawan mengingatkan bahwa predikat haji mabrur tidak berhenti ketika rangkaian ibadah di Tanah Suci selesai, melainkan harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tengah masyarakat.

“Mulai dari hari ini hingga kembali ke daerah masing-masing, kita tunjukkan bahwa kita adalah jemaah tahun ini yang terbaik dan akan menjadi teladan di tengah masyarakat kita,” pesannya.

Menurutnya, kemabruran haji harus mampu menjadi energi perubahan yang mendorong peningkatan kualitas ibadah dan amaliah. Para jemaah diharapkan semakin disiplin dalam menjalankan ibadah, memperbaiki akhlak, menjaga tutur kata, serta memperkuat semangat persaudaraan dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

Ia menegaskan bahwa perjuangan selama 41 hari di Tanah Suci bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi proses pembentukan karakter dan spiritual yang harus memberikan dampak nyata bagi diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas.

Di akhir sambutannya, Kakanwil menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Debarkasi Makassar beserta seluruh mitra penyelenggara ibadah haji yang telah memberikan pelayanan maksimal sejak proses pemberangkatan hingga pemulangan jemaah. (Fia/Andi/Asrul)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.