Kemenko Infra–YJI Perkuat Budaya Kerja Sehat melalui Program Heart at Work

oleh -108 Dilihat
oleh
banner 468x60

JAKARTA — Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) menyelenggarakan kegiatan Heart at Work pada Selasa (26/1/2026), sebagai upaya memperkuat kesadaran dan praktik kesehatan jantung di lingkungan kerja. Program ini merupakan bagian dari pendekatan promotif dan preventif kesehatan jantung bagi para pegawai, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, termasuk dalam mendukung pembangunan nasional.

“Kesehatan, ketika seseorang sehebat, sekuat, sepintar apa pun, saat mengalami gangguan kesehatan, tentu kehebatan dan kecerdasan itu menjadi kurang bermakna,” ujar Menko AHY dalam sambutannya.

Menko AHY menyampaikan apresiasi atas inisiatif Yayasan Jantung Indonesia yang dinilai menyentuh langsung kebutuhan individu dan relevan dengan tantangan kesehatan saat ini.

“Saya atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Yayasan Jantung Indonesia atas inisiatif dan program yang begitu penting serta menyentuh langsung setiap individu, yaitu Heart at Work,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Menko AHY menyoroti pentingnya upaya pencegahan dan kesiapsiagaan melalui edukasi serta pelatihan kesehatan jantung di lingkungan kerja.

“Preventive—dan yang paling murah juga adalah preventive—harusnya menjadi elemen utama dalam menjaga kesehatan jantung,” katanya, seraya mendorong agar kebiasaan hidup aktif dan pemeriksaan kesehatan rutin menjadi bagian dari budaya kerja.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Larasati Pohan menyampaikan apresiasi atas sinergi strategis dengan Kemenko Infra dalam penyelenggaraan program tersebut.

“Izinkan saya mewakili Yayasan Jantung Indonesia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenko Infra yang telah menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan Heart at Work hari ini,” ujarnya.

Annisa menegaskan bahwa kesehatan jantung merupakan infrastruktur dasar bagi produktivitas manusia, termasuk para pelaku pembangunan nasional.

“Kami percaya bahwa jantung yang sehat adalah infrastruktur dasar dan pusat produktivitas setiap insan, termasuk para pelaku pembangunan nasional di Kemenko Infra,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Annisa juga menyoroti pergeseran risiko penyakit jantung yang kini semakin mengancam kelompok usia muda, sehingga intervensi di lingkungan kerja menjadi semakin relevan.

“Data terkini menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular masih menjadi penyakit tidak menular dengan angka kematian tertinggi di Indonesia,” ungkapnya, seraya menekankan pentingnya deteksi dini dan perubahan gaya hidup sehat.
Kegiatan Heart at Work di lingkungan Kemenko Infra meliputi pemeriksaan kesehatan jantung, edukasi gaya hidup sehat, pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta aktivitas fisik seperti senam jantung sehat. Program ini diharapkan mampu membentuk agen-agen perubahan yang menularkan budaya hidup sehat, tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, Kemenko Infra dan Yayasan Jantung Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat kesadaran akan pentingnya kesehatan jantung sebagai bagian integral dari pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Ayodhia G. L. Kalake; Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal; Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Rachmat Kaimuddin; serta Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman Ronny Hutahayan; Staf Ahli,  Arif Rahman; Staf Khusus, Agust Jovan Latuconsina dan Herzaky Mahendra Putra; beserta jajaran tenaga ahli, kepala biro, sekretaris deputi, asisten deputi, dan pegawai di lingkungan Kemenko Infra.

Turut hadir Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia Rezka Oktoberia; Bendahara Umum YJI Osco Olfriady; Ketua Bidang Medis YJI dr. BRM Ario Soeryo; Ketua Bidang Preventif YJI dr. Gobind Dialdas; serta Country Head Affairs Novartis Indonesia Khoirul Amin.

Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.