Kanwil Kemenag Papua Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, Tegaskan Pancasila Fondasi Perdamaian Dunia

oleh -5 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jayapura (Kemenag) — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di halaman Kanwil Kemenag Papua, Senin (1/6/2026). Upacara dipimpin Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Kanwil Kemenag Papua, Gatut Aryoko, mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Papua.

Upacara diikuti para pejabat administrator, pejabat fungsional, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai lainnya di lingkungan Kanwil Kemenag Papua. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, yang menegaskan peran Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Gatut Aryoko mengatakan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

“Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia,” ujar Gatut.

Lebih lanjut dikatakannya, tema yang diangkat tahun ini menjadi penegasan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila memiliki relevansi yang melampaui batas-batas nasional. Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga menawarkan nilai-nilai universal yang dapat menjadi fondasi bagi terciptanya perdamaian dunia.

Ia menegaskan, di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik, disrupsi teknologi, hingga dinamika geopolitik, Pancasila telah membuktikan ketangguhannya sebagai pedoman bangsa. Dengan keragaman lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia tetap mampu menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pancasila adalah bintang penuntun dan jangkar moral bangsa yang telah membuktikan ketangguhannya di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian,” katanya.

Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk ikut mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai relevan sebagai instrumen diplomasi dalam menjembatani perbedaan dan meredam konflik di berbagai belahan dunia.

Komitmen itu, lanjutnya, tercermin melalui kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran aktif dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih tertindas.

“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan sekadar ketiadaan perang, melainkan hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. ASN juga diminta menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Pastikan setiap kebijakan publik yang lahir berlandaskan keadilan sosial, memenuhi rasa keadilan masyarakat, menjamin hak-hak rakyat, dan tidak membiarkan ada warga negara yang merasa ditinggalkan,” ujarnya.

Mengakhiri amanatnya, Gatut mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

“Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan. Selamat Hari Lahir Pancasila. Jayalah Indonesia. Merdeka!” pungkasnya.(Asrul)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.