Jelang Puncak Armuzna, Kemenhaj Papua dan PPIH Kloter Papua Intensifkan Manasik dan Penguatan Fisik Jemaah

oleh -43 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kemenhaj Papua, Makkah — Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji asal Provinsi se-Papua yang tergabung dalam 3 Kloter diantaranya UPG-27, UPG-29, dan UPG-31 terus mendapatkan penguatan manasik ibadah, edukasi kesehatan, serta pendampingan intensif dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kloter. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan spiritual dan fisik jemaah menghadapi rangkaian ibadah yang menjadi puncak pelaksanaan haji di Tanah Suci.

Rangkaian pembinaan dilaksanakan melalui manasik simulasi teknis Armuzna, hingga penyuluhan kesehatan yang menitikberatkan pada pengaturan stamina, konsumsi cairan, pola istirahat, dan mitigasi risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem di Arab Saudi yang diperkirakan mencapai lebih dari 40 derajat celcius.

Puncak Armuzna sendiri merupakan fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada fase tersebut, jemaah akan melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, serta melontar jumrah dan mabit di Mina dengan mobilitas tinggi dan kepadatan jutaan jemaah dari berbagai negara.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag., M.M., mengatakan bahwa kondisi kesehatan jemaah dan petugas menjadi perhatian utama menjelang fase Armuzna. Ia meminta seluruh petugas PPIH Kloter asal Papua untuk tetap menjaga kebugaran dan kondisi fisik agar dapat menjalankan tugas pelayanan secara optimal.

“Petugas harus menjaga kondisi kesehatannya dengan baik. Sebab, kesehatan petugas menjadi faktor utama dalam memberikan pelayanan maksimal kepada jemaah. Jangan sampai petugas kelelahan sehingga pelayanan kepada jemaah menjadi terganggu, terlebih menjelang fase Armuzna yang membutuhkan kesiapan fisik dan mental,” ujar Musa Narwawan.

Ia menegaskan bahwa seluruh petugas diharapkan terus meningkatkan koordinasi, pengawasan, dan pendampingan terhadap jemaah, khususnya lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.

Menurutnya, skema pelayanan haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi menitikberatkan pada aspek perlindungan jemaah, termasuk penguatan layanan kesehatan, mitigasi risiko, serta percepatan penanganan medis bagi jemaah yang membutuhkan perhatian khusus.

“Pendampingan kepada jemaah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aspek ibadah, kesehatan, hingga kebutuhan dasar lainnya. Jemaah Papua harus dipastikan mendapatkan pelayanan terbaik agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar,” lanjutnya.

Sebelumnya, terdapat satu jemaah asal Kloter UPG-29 atas nama Rasia Binti Jabara Banto (65), asal Kabupaten Mimika, yang sempat menjalani perawatan di Jiwar Hospital, Makkah, dengan diagnosa acute myocardial infarction. Namun berdasarkan laporan terbaru dari Tim PPIH Kloter, kondisi jemaah tersebut kini telah dinyatakan sehat dan kembali bergabung bersama kloternya.

Kakanwil menyampaikan rasa syukur atas membaiknya kondisi jemaah tersebut dan berharap seluruh jemaah Papua senantiasa diberikan kesehatan hingga seluruh rangkaian ibadah haji selesai dilaksanakan.

“Alhamdulillah, jemaah yang sebelumnya menjalani perawatan kini telah dinyatakan sehat dan kembali bersama rombongannya. Kita tentu bersyukur atas perkembangan ini dan berharap seluruh jemaah Papua diberikan kesehatan, kekuatan, serta kemudahan dalam menjalankan puncak ibadah haji di Armuzna,” ungkapnya.

Selain itu, Kakanwil juga mengimbau seluruh jemaah asal Papua untuk disiplin menjaga kesehatan dengan mengurangi aktivitas yang tidak terlalu penting di luar hotel, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan alat pelindung diri, serta mematuhi arahan petugas kesehatan dan pembimbing ibadah.

PPIH Kloter Papua bersama tenaga kesehatan haji Indonesia disebut terus melakukan pemantauan kondisi jemaah secara berkala, terutama terhadap jemaah lansia dan kategori risiko tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya preventif agar seluruh jemaah dapat menjalankan puncak Armuzna dengan kondisi yang sehat dan prima.(Asru)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.