HALAL BIHALAL KEMENAG PAPUA, PEMPROV SERUKAN PERSATUAN UNTUK WUJUDKAN TANAH DAMAI

oleh -30 Dilihat
oleh
banner 468x60

Papua – Asisten Sekretaris Daerah (Asisten Sekda) Provinsi Papua Bidang Perekonomian dan Pembangunan, M.B. Setiyo Wahyudi, mewakili Gubernur Papua dalam kegiatan Halal Bihalal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat silaturahmi dan menjaga harmoni sebagai fondasi pembangunan Papua yang damai. Kegiatan tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Horison Kotaraja, Jayapura, Rabu (15/4/2026).

Dalam sambutannya, Asisten Sekda menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua yang berhalangan hadir karena tugas kedinasan, sekaligus menyampaikan salam dan ucapan Idulfitri kepada seluruh hadirin.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua dan secara pribadi, saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali kepada fitrah dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Mengusung tema “Menguatkan Silaturahmi, Merawat Harmoni, Bersama Membangun Papua Damai”, ia menegaskan bahwa nilai silaturahmi sejalan dengan ajaran agama yang menjunjung tinggi persaudaraan, kedamaian, dan kebersamaan.

Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya di Papua harus terus dirawat sebagai kekuatan.

“Perbedaan adalah anugerah yang harus disyukuri. Dari situlah kita membangun persatuan untuk mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis,” katanya.

Gubernur Papua juga menekankan bahwa pembangunan Papua membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, dengan mengaktualisasikan nilai-nilai Ramadan seperti kejujuran, kesabaran, disiplin, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan publik.

Gubernur Papua turut mengapresiasi peran tokoh agama sebagai penjaga moral dan perekat sosial di tengah masyarakat, serta mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga stabilitas dan memperkuat persaudaraan lintas umat beragama.

Sementara itu, Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai pembina umat sekaligus penguat kerukunan.

“Kementerian Agama dari pusat sampai daerah memiliki tugas utama sebagai pembina umat. ASN Kemenag harus sadar bahwa mereka membawa amanat negara dan harus menjaga netralitas dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Kakanwil menyebut, tingkat kerukunan umat beragama di Papua menunjukkan capaian positif. Berdasarkan Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) tahun 2025, Papua mencatat angka 77,89.

“Capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan keagamaan, dan seluruh elemen masyarakat. Ini harus terus dijaga,” ujarnya.

Kakanwil juga menekankan pentingnya integritas dan keteladanan ASN Kemenag serta transformasi layanan keagamaan berbasis teknologi informasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu, penguatan kerukunan dan cinta kemanusiaan tetap menjadi program prioritas, termasuk melalui pengembangan kelembagaan di daerah otonomi baru.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua, K.H. Saiful Islam Al-Payage, menyampaikan hikmah halalbihalal yang menekankan pentingnya silaturahmi sebagai inti dari kegiatan tersebut.

“Halalbihalal itu pada hakikatnya adalah bungkus, sementara isinya adalah silaturahmi. Maka yang terpenting adalah bagaimana hubungan antar sesama terus terjaga,” ujarnya.

Saiful menjelaskan bahwa harmoni kehidupan bermasyarakat dibangun melalui tiga pilar utama, yakni ukhuwah antarumat beragama, ukhuwah kemanusiaan (ukhuwah basyariyah), dan ukhuwah kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) yang berlandaskan nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, perbedaan merupakan keniscayaan yang harus dikelola menjadi kekuatan bersama.

“Perbedaan jangan dijadikan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Papua ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Saiful menekankan bahwa kerukunan merupakan sarana untuk mencapai kesejahteraan masyarakat, dengan indikator kesehatan, keamanan, serta kecukupan kebutuhan hidup secara fisik dan spiritual.

“Sehat lahir dan batin menjadi fondasi utama. Ditambah kondisi aman dan terpenuhinya kebutuhan hidup, itulah kunci masyarakat yang sejahtera,” jelasnya.

Menutup ceramahnya, Saiful mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan serta membangun Papua tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia.

“Yang paling utama adalah membangun manusia Papua agar mampu hidup sejahtera, damai, dan bermartabat,” pungkasnya.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua, perwakilan Kapolda Papua, perwakilan Pangdam XVII/Cenderawasih, perwakilan Komandan Kodaeral X Jayapura, perwakilan Komandan Lanud Silas Papare, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura, Kakanwil Haji dan Umroh Provinsi Papua, Rektor IAIN Fattahul Muluk Papua, perwakilan Ketua FKUB Provinsi Papua, perwakilan PW NU Provinsi Papua, perwakilan PW Muhammadiyah, Ketua Permabudhi Provinsi Papua, perwakilan Ketua BKMT Provinsi Papua, perwakilan Ketua Wanita Katolik Provinsi Papua, para pejabat administrator Kanwil Kemenag Provinsi Papua, perwakilan Ketua LPP TVRI Stasiun Papua, perwakilan Ketua LPP RRI Jayapura, serta para tamu undangan lainnya, selain keluarga besar Kanwil Kemenag Provinsi Papua. (Asrul)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.