Bekasi – SMP Negeri 38 Kota Bekasi menggelar Rapat Dinas Bersama Ibu Pengawas Pembina sekaligus Sosialisasi Digitalisasi Pembelajaran dengan PID – Papan Interaktif Digital di ruang rapat sekolah pada, 2026. Kegiatan ini menjadi langkah konkret sekolah dalam memperkuat pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan mutu pembelajaran.[14/05/26].

Rapat dinas dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Fokus utama pembahasan adalah implementasi digitalisasi pembelajaran melalui penggunaan Papan Interaktif Digital yang baru tersedia di beberapa kelas.
Dalam arahannya, Pengawas Pembina SMPN 38 Kota Bekasi, Handayani, M.Pd., menegaskan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi agar pembelajaran lebih menarik dan efektif.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan. Dengan PID, guru bisa menyajikan materi secara visual, interaktif, dan kolaboratif. Anak-anak akan lebih aktif, tidak hanya mendengar tapi juga terlibat langsung dalam proses belajar. Saya mengapresiasi langkah SMPN 38 yang sudah memulai ini. Ke depan, kompetensi guru dalam mengoperasikan media digital harus terus ditingkatkan melalui pelatihan berkelanjutan,” ujar Handayani.

Esih Sukaesih S.Pd.,M.Pd. Kepala SMPN 38 Kota Bekasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan PID sudah menunjukkan dampak positif terhadap antusiasme siswa di kelas. Namun, jumlah unit yang ada masih terbatas.
“Kami berharap Papan Interaktif Digital ini bisa ditambah lagi agar bisa membersamai anak-anak di lebih banyak kelas. Dengan alat ini, pembelajaran jadi lebih hidup dan kontekstual. Ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar yang menuntut guru kreatif dan inovatif,” ujar Esih.

Humas SMPN 38 Kota Bekasi, Ali Alhanafi, S.Pd., M.M., menyambut baik kegiatan sosialisasi tersebut dan menilai digitalisasi pembelajaran harus terus didorong agar selaras dengan kebutuhan siswa saat ini.
“Peran Humas di sini adalah menjembatani informasi positif sekolah kepada masyarakat. Kehadiran PID di SMPN 38 adalah bentuk nyata upaya kami menciptakan pembelajaran yang modern dan menyenangkan. Kami berharap dukungan semua pihak agar sarana ini bisa ditambah lagi, sehingga lebih banyak anak yang merasakan manfaatnya langsung di kelas,” ujar Ali Alhanafi.

Sosialisasi PID diisi dengan praktik langsung penggunaan fitur interaktif, pembuatan materi berbasis multimedia, dan sharing pengalaman guru yang sudah menggunakannya. Guru-guru terlihat antusias mencoba berbagai fitur seperti menulis digital, menampilkan video, hingga kuis interaktif langsung di papan.
DPP LP2KP menilai inisiatif digitalisasi pembelajaran di SMPN 38 Kota Bekasi patut didukung. Pemanfaatan teknologi seperti PID merupakan bentuk adaptasi sekolah terhadap tantangan pendidikan abad 21.
LP2KP berharap Pemerintah Kota Bekasi dan pihak terkait dapat memfasilitasi penambahan sarana digital ini secara bertahap, agar pemerataan akses teknologi dalam pembelajaran dapat dirasakan seluruh siswa.(Sr)











