Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Kunjungi Papua, Monitoring Pembangunan SMAKN Keerom dan Perkuat SDM OAP Menyongsong 3 Kanwil Kemenag Baru

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jayapura, Kemenag Papua — Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua menerima kunjungan kerja Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Suparman, yang didampingi Direktur Pendidikan Katolik, Albertus Triyatmojo. Kunjungan tersebut adalah bentuk tanggung jawab Kemenag RI dalam memperkuat pelayanan keagamaan, dan meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Diantaranya, memonitoring infrastruktur pendidikan, serta mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul untuk mendorong akselerasi pelayanan umat hingga di wilayah terluar Papua.

Kedatangan Dirjen Bimas Katolik yang didampingi Direktur Pendidikan Katolik ini disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, bersama para pejabat administrator dan jajaran Bidang Bimas Katolik di ruang kerja Kakanwil, Kamis (18/6/2026).

Pertemuan tersebut membahas berbagai agenda prioritas Kemenag di Papua, mulai dari pengawasan pembangunan sarana pendidikan keagamaan, pembinaan aparatur sipil negara (ASN), peningkatan kualitas pelayanan umat beragama, hingga penguatan SDM Orang Asli Papua (OAP) dalam menghadapi pembentukan struktur kelembagaan Kemenag pada 3 Daerah Otonom Baru (DOB) di Tanah Papua.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Dirjen Bimas Katolik dijadwalkan melakukan pembinaan ASN di lingkungan Kemenag Kabupaten Keerom serta meninjau langsung progres pembangunan fasilitas pendidikan di Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Negeri Keerom. Selanjutnya, Suparman akan melanjutkan perjalanan ke Manokwari, Provinsi Papua Barat, untuk menghadiri pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026.

Dalam wawancara bersama Tim Humas Kanwil Kemenag Papua, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI, menyampaikan apresiasi atas berbagai upaya yang telah dilakukan jajaran Kemenag di Papua dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang menjangkau masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil.

Menurutnya, Papua memiliki karakteristik geografis yang khas dibandingkan daerah lain di Indonesia sehingga membutuhkan pendekatan pelayanan yang lebih intensif dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan dari pemerintah pusat.

“Papua adalah wilayah yang sangat indah dan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Saya sengaja datang bersama Direktur Pendidikan Katolik untuk bertemu dengan Pak Kakanwil dan berdiskusi mengenai langkah-langkah tepat dalam meningkatkan pelayanan kepada umat. Pelayanan yang dimaksud bukan hanya kepada umat Katolik, tetapi kepada seluruh umat beragama yang menjadi bagian dari tanggung jawab Kemenag,” ujar Suparman.

Ia menegaskan bahwa sebagai representasi Menteri Agama di bidang pembinaan umat, pihaknya memiliki tanggung jawab moral dan kelembagaan untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan keagamaan yang adil dan berkualitas. Menurut Suparman, tantangan pelayanan keagamaan di Papua terletak pada kondisi geografis yang luas dengan persebaran penduduk yang berjauhan, sehingga memerlukan dukungan anggaran, sarana transportasi, dan strategi pelayanan yang lebih khusus.

“Masyarakat Papua tersebar di berbagai wilayah yang jaraknya sangat jauh dan membutuhkan biaya transportasi yang tidak sedikit. Karena itu diperlukan perhatian khusus dari pemerintah, khususnya Kemenag, agar pelayanan kepada umat, gereja, lembaga pendidikan keagamaan, dan seluruh masyarakat dapat terus berjalan secara optimal,” jelasnya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kakanwil Kemenag Papua yang dinilai mampu menjaga sinergi dan keberlangsungan pelayanan keagamaan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi wilayah Papua.

“Saya melihat Pak Kakanwil memiliki kapasitas dan pengalaman yang sangat baik dalam memimpin. Saya optimis beliau bersama seluruh jajaran mampu mengawal tugas-tugas pelayanan keagamaan di Papua dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” tambah Suparman.

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Provinsi Papua, Klemens Taran, menjelaskan bahwa salah satu agenda utama kunjungan Dirjen Bimas Katolik adalah melakukan monitoring dan evaluasi.

“Pagi ini Kanwil Kemenag Provinsi Papua menerima kunjungan Dirjen Bimas Katolik yang didampingi Direktur Pendidikan Katolik. Agenda utama yang akan dilaksanakan adalah monitoring pembangunan sarana dan prasarana di SMAK Negeri Keerom, khususnya pembangunan asrama putra, asrama putri, serta pagar sekolah yang dibiayai melalui alokasi anggaran tahun 2025,” jelas Klemens.

Selain melakukan evaluasi lapangan, hasil peninjauan tersebut juga akan menjadi dasar dalam menghitung kebutuhan anggaran tambahan apabila diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan secara menyeluruh.

“Pak Dirjen ingin melihat progres pekerjaan secara tepat. Dengan demikian, apabila diperlukan usulan tambahan anggaran untuk penyelesaian pembangunan, maka kebutuhan riil di lapangan sudah dapat dipetakan secara akurat,” tambahnya.

Selain meninjau pembangunan infrastruktur pendidikan, Dirjen Bimas Katolik juga dijadwalkan memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan SMAK Negeri Keerom dan Kantor Kemenag Kabupaten Keerom. Menurut Klemens, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan ASN di tengah birokrasi serta tantangan efisiensi dan penajaman anggaran yang sedang berlangsung.

Dalam pertemuan bersama jajaran Kanwil Kemenag Papua, pembahasan juga difokuskan pada pengembangan SDM menjelang pembentukan struktur Kanwil Kemenag pada 3 provinsi baru di Tanah Papua, yakni Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Klemens menyebutkan bahwa Dirjen Bimas Katolik memberikan perhatian khusus terhadap peningkatan kapasitas ASN Orang Asli Papua agar dapat mengambil peran penting dalam kelembagaan Kemenag di masa mendatang.

“Salah satu pesan penting yang disampaikan Pak Dirjen adalah perlunya penguatan SDM Orang Asli Papua. Potensi ASN dari berbagai latar belakang agama harus terus dibina dan dipersiapkan agar mampu menduduki jabatan-jabatan strategis pada struktur kantor wilayah yang akan dibentuk di 3 provinsi baru,” ungkap Klemens.

Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari upaya pemberdayaan putra-putri Papua dalam birokrasi pemerintahan.

“Beliau mendorong agar ASN Papua yang memiliki kompetensi dan rekam jejak yang baik terus diusulkan dan diperjuangkan. Tidak hanya dari unsur Katolik, tetapi juga ASN dari Kristen, Islam, Hindu, maupun Buddha yang memenuhi syarat dan memiliki potensi kepemimpinan,” lanjutnya.

Klemens menambahkan bahwa Dirjen Bimas Katolik bahkan menyatakan komitmennya untuk membantu mengawal usulan-usulan pengembangan SDM Papua melalui koordinasi dengan pimpinan Kemenag di tingkat pusat.

“Pak Dirjen menyampaikan bahwa dalam kapasitas dan kewenangannya, beliau siap memberikan penguatan serta menyampaikan aspirasi tersebut kepada Sekretaris Jenderal, Biro SDM, maupun Menteri Agama agar pengembangan SDM Papua mendapatkan perhatian yang lebih besar,” tambahnya.

“Beliau juga memberikan penguatan kepada seluruh ASN agar tetap optimis, menjaga integritas, dan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Efisiensi anggaran tidak boleh mengurangi semangat pengabdian dalam melayani umat dan masyarakat,” tutupnya.

Kunjungan kerja Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI ke Papua ini adalah salah satu sinergi antara pemerintah pusat, wilayah dan daerah dalam merealisasikan pelayanan keagamaan yang inklusif, mempercepat penyelesaian infratruktur pendidikan keagamaan, serta mempersiapkan SDM unggul Papua yang mampu mengambil peran penting dalam pembangunan sektor keagamaan di masa depan. (Asrul)

Humas

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.