823 Jemaah Haji Papua Kembali ke Tanah Air, Kemenhaj Siapkan Evaluasi Menyeluruh

oleh -130 Dilihat
oleh
banner 468x60

Kemenhaj Papua, Makassar – Kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) UPG-31 di Asrama Haji Debarkasi Makassar menandai berakhirnya proses pemulangan jemaah haji asal Provinsi se-Papua pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Sebanyak 823 dari total 827 jemaah haji asal Provinsi se-Papua telah kembali menginjakkan kaki di Tanah Air dengan selamat, sementara tiga jemaah masih menjalani perawatan di Madinah dan satu jemaah telah wafat di Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, S.Ag., M.M., menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas kelancaran operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, khususnya pada fase pemulangan jemaah.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian operasional mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan jemaah haji Provinsi se-Papua dapat berjalan dengan baik. Ini merupakan hasil dari sinergi dan kerja keras seluruh unsur Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), mulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi, Embarkasi-Debarkasi, petugas kloter, hingga PPIH Arab Saudi yang terus mengintegrasikan pelayanan secara optimal kepada jemaah,” ujar Musa Narwawan.

Menurutnya, penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M memiliki tantangan tersendiri karena berlangsung pada masa transisi kelembagaan pasca berdirinya Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian tersendiri. Meski demikian, seluruh tahapan pelayanan tetap dapat dilaksanakan dengan baik melalui koordinasi yang intensif di setiap lini pelayanan.

Ia menilai bahwa berbagai inovasi dan penguatan koordinasi telah memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan jemaah dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pelayanan haji merupakan amanah besar yang harus dilaksanakan secara profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan jemaah. Kami bersyukur berbagai proses dapat berjalan lebih baik, namun kami tidak akan berhenti pada capaian tersebut. Setiap masukan dan dinamika di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji berikutnya,” katanya.

Kakanwil menegaskan juga bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin efektif, efisien, transparan, dan memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh jemaah.

“Evaluasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penyelenggaraan ibadah haji. Catatan-catatan yang masih menjadi kekurangan akan kami himpun dan bahas bersama seluruh pihak terkait agar menjadi dasar penyempurnaan pelayanan di masa yang akan datang. Harapan kami, Kementerian Haji dan Umrah, khususnya di wilayah Papua, dapat terus menghadirkan pelayanan yang semakin prima, humanis, dan sesuai dengan amanat regulasi,” tambahnya.

Berdasarkan laporan Tim Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) PPIH Provinsi Papua, jumlah jemaah haji asal Provinsi se-Papua pada musim haji 1447 H/2026 M, sebanyak 827 orang dengan didampingi 14 petugas kloter.

Adapun rinciannya, Kloter UPG-27 memberangkatkan 384 jemaah dengan enam petugas, Kloter UPG-29 sebanyak 382 jemaah dengan enam petugas, sedangkan Kloter UPG-31 yang merupakan kloter gabungan bersama Provinsi Sulawesi Selatan membawa 61 jemaah dengan dua petugas.

Dari total tersebut, sebanyak 823 jemaah telah kembali ke Indonesia melalui Debarkasi Makassar dengan kondisi baik. Sementara itu, tiga jemaah masih menjalani perawatan medis di sejumlah rumah sakit di Madinah, yaitu Najamuddin Muhamad Shidik (63 tahun) asal Kabupaten Nabire yang dirawat di King Fahad Hospital Madinah, Marhumah Sagga Tutu (57 tahun) asal Kota Jayapura yang dirawat di Saudi Germani Hospital Madinah, serta Endang Pawistri Asral (71 tahun) asal Kabupaten Biak Numfor yang dirawat di King Salman Bin Abdul Aziz Hospital Madinah.

Di sisi lain, satu jemaah atas nama Rasia Jabara Banto (65 tahun) asal Kabupaten Mimika dilaporkan wafat pada 5 Juni 2026 saat masih berada di Makkah. Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhumah serta memastikan seluruh hak dan layanan jemaah telah ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan berakhirnya kedatangan Kloter UPG-31, maka secara resmi fase pemulangan jemaah haji asal Provinsi se-Papua tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi telah selesai. Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua berkomitmen menjadikan seluruh pengalaman penyelenggaraan tahun ini sebagai pijakan untuk terus memperkuat tata kelola pelayanan haji yang profesional, kolaboratif, dan berorientasi pada kemaslahatan jemaah, sejalan dengan prinsip penyelenggaraan ibadah haji yang mengedepankan pelayanan, pembinaan, perlindungan, serta peningkatan kualitas layanan bagi seluruh tamu Allah. (Asrul/Fia/Andi)

banner 336x280

No More Posts Available.

No more pages to load.